Apa itu Penyakit Paru Kronik?

upper body, lung, copd-944557.jpg

 

JAKARTA (10/1/2023), Penyakit Paru Kronik berhubungan dengan organ utama alat pernapasan manusia, yang juga dikenal sebagai Penyakit Paru Obstruktif (PPOK) Menahun. Awal dari penyakit Paru Kronik ini disebabkan oleh oksigen yang tidak sepenuhnya mengalir dan berbalik untuk mengalir ke seluruh tubuh.

Aliran udara yang lambat sifatnya ber periode.  Penyakit peradangan paru ini berkembang dalam jangka waktu panjang. Penyakit ini menghalangi aliran udara dari paru-paru karena terhalang pembengkakan dan lendir atau dahak, sehingga penderitanya sulit bernapas.

Karena PPOK menjangkiti organ penting tubuh yaitu organ yang digunakan untuk bernapas, tentu saja sangatlah berbahaya jika mendiamkan PPOK. Orang yang terkena risiko paling besar dari PPOK tentu saja orang yang mempunyai kebiasaan merokok. Paru-paru yang dijangkiti bakteri dan virus sangat berbahaya dan berujung pada kematian. PPOK juga bisa menumbuhkan komplikasi penyakit dengan organ lain.

Komplikasi yang disebabkan oleh PPOK, yaitu:

Infeksi Pernapasan

Dengan kondisi paru-paru yang tidak sempurna lagi keadaannya, maka paru paru menjadi rentan terhadap virus yang langsung menyasar pada paru-paru. Virus yang paling sering menyerang seperti influenza atau pnemonia. Jaringan paru paru akan rentan terhadap infeksi.

Jantung

Risiko penyakit jantung bisa mendekati orang dengan PPOK karena biasanya kebiasaan merokok merupakan sebab utamanya yang berpengaruh pada kerja jantung.

Kanker Paru

PPOK yang tidak juga membaik akan menyebabkan paru-paru kehilangan fungsinya dan dirusak oleh sel kanker yang akan tumbuh pada paru-paru yang sudah terinfeksi.

Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi ditimbulkan oleh darah yang mengalir ke dalam paru-paru atau yang disebut dengan Hipertensi Pulmonal.

Depresi

Depresi timbul karena penderita berusaha bernapas menghirup oksigen dengan paru-paru yang tidak berfungsi sehingga dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari.

Tanda atau gejala apa saja yang perlu diketahui?

Jika seseorang menderita PPOK, tingkatannya pun harus diketahui dengan seksama. Jika PPOK bersifat ringan, maka biasanya gejalanya tidak ada. Namun perlu diperhatikan jika PPOK semakin berat, gejala yang timbul akan ada seperti:

  • Sesak Napas
  • Batuk-batuk kronis
  • Spum (batuk berdahak)
  • Sesak Napas Akut
  • Disertai Menggigil
  • Batuk Bertambah dan Sputum Meningkat (Dahak).
  • Sputum Berubah Warna
  • Perubahan Perilaku Fisik (lesu, lemas)

Bagaimana cara mengatasi Penyakit Paru Kronik?

Tahap pertama untuk mengatasi PPOK yaitu melalui terapi yang mempunyai prinsip-prinsip yang harus didahulukan, sehingga PPOK semakin cepat untuk ditindaklanjuti.

Motivasi dan Pengetahuan untuk Berhenti Merokok

Elemen dari Farmakoterapi, yaitu Bronkodilator, Steroid, Mukolitik, dan Antioksi

Terapi non-farmakologis

Rehabilitasi

Terapi Oksigen

Nutrisi

Perbaikan nutrisi serta keseimbangan gizi yang dimiliki akan membentuk kekebalan tubuh yang berimplikasi pada berkurangnya kadar PPOK. Pengaturan menu dan nutrisi seperti protein, karbohidrat, dan mineral turut berperan serta untuk memerangi PPOK. Tahap kedua untuk mengatasi PPOK yaitu melalui vaksin. Pada PPOK yang sudah akut, maka penyebabnya sudah pasti yaitu infeksi bakteri Mukosa Trakeobronkial yang masih keluarga dari bakteri Streptococcus Pneumonia, Haemophilus Influenza, dan Moraxella Catarrhalis. Yang bermanfaat untuk mencegah PPOK Eksaserbasi akut adalah vaksinasi influenza dan pneumokok.

 

Mari sayangi Paru kita untuk kehidupan yang lebih berkualitas.

 

Source: https://p2ptm.kemkes.go.id/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *